V.Partikel
density
OLEH:
JERLIANTI MANDA’
M1B1 15 013
UNIT
LABORATORIUM ILMU TANAH
JURUSAN
ILMU LINGKUNGAN
FAKULTAS
KEHUTANAN DAN ILMU LINGKUNGAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
2016
I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Salah satu
cara mengutarakan berat tanah adalah yang disebut dengan Partikel Density.
Partikel Density didefinisikan sebagai berat suatu volume kepadatan tanah.
Jelasnya yang dimaksud dengan tanah disini adalah volume tanah saja, jadi tidak
termasuk volume ruang-ruang yang terdapat diantara partikel tanah.
Partikel density dinyatakan dalam berat volume tanah. Pada
umumnya kisaran partikel density pada tanah mineral kecil adalah 2,6 – 2,93
gr/cm3. Hal ini disebabkan mineral kuarsa dan silikakoloidal yang
merupakan komponen tanah sekitar angka tersebut.
Besarnya ukuran dan cara teraturnya partikel tanah tidak
terpengaruh kepada partikel density, akan tetapi kandungan bahan organik
memberi pengaruh pada partikel density. Ini salah satu penyebab tanah lapisan
atas mempunyai nilai partikel density yang lebih rendah jika dibandingkan
dengan lapisan bawahnya karena lapisan atas mempunyai kandungan bahan organik
yang banyak. Faktor-faktor yang mempengaruhi partikel density adalah bulk
density yang secara tidak langsung berhubungan dengan kandungan bahan organik
tanah, tekstur, dan struktur tanah.
Kecepatan zarah tanah dapat ditentukan dengan memperhatikan
partikel tanah, jadi kecepatan partikel tanah yaitu konstan dan tidak bervariasi
dengan jumlah antara partikel tanah. Kerapatan tanah dapat ditentukan dengan menunjukkan partikel tanah.
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan percobaan
mengenai partikel density agar kita mengetahui tentang partikel density pada
tiap-tiap lapisan tanah.
B. Tujuan dan Manfaat
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partikel
density yang mengutarakan tentang berat tanah.
Manfaat dari pengamatan partikel density yaitu mengetahui tinggi atau rendahnya
tingkat partikel density pada tanah untuk disesuaikan dengan keadaan dan
pertumbuhan tanaman.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Kebanyakan
tanah-tanah mineral nilai dari pada partikel densitynya adalah 2,65g/cm3.
Perbedaan partikel density diantara jenis-jenis tanah tidak begitu besar,
kecuali terdapat variasi yang besar dalam hal kandungan bahan organik ataupun
komposisi mineral tanah. Semakin besar kandungan bahan organik tanah akan
semakin kecil kerapatan partikelnya (Eka Putra, Ahmad.et all. 2013).
Pengamatan bobot isi tanah pada
kakao umur 5 tahun memiliki bobot isi yang lebih kecil dan porositas yang
tinggi. Bobot isi berbanding terbalik
dengan porosita tanah, bila bobot isi tanah rendah maka porositas tinggi dan
sebaliknya bobot isi tanah tinggi, maka porositas tanah rendah. Pengelolaan lahan
juga turut andil dalam proses pemadatan tanah, dimana partikel yang halus akan
mengisi pori tanah sehingga bobot isi
akan bertambah besar (Monde, Anthon. 2010).
Nilai konstanta laju penurunan berat
satuan partikel bahan (kγ) berbeda-beda pada setiap perlakuan (variasi)
pengeringan.. Suhu yang tinggi akan menyebabkan kelembaban udara di dalam alat
pengering jadi rendah sehingga terjadi perbedaan tekanan uap air pada bahan dan
udara pengering. Perbedaan teka nan uap air ini dapat memaksa uap air pada
bahan keluar ke udara pengering yang biasa disebut driving force (Apriadi.et all.2011).
Faktor-faktor yang mempengaruhi
partikel density adalah bulk density dan bahan organik. Semakin tinggi bulk
density tanah dan bahan organik tanah maka partikel density dalam tanah
tersebut akan semakin tinggi pula demikian pula sebaliknya. Bulk density sangat
berhubungan erat dengan partikel density, jika partikel density tanah sangat
besar maka bulk density juga besar, hal ini dikarenakan partikel density
berbanding lurus dengan bulk density, namun apabila sebuah tanah memilki
tingkat kadar air tanah yang tinggi maka partikel density dan bulk density akan
rendah ( Burdiono, M. 2012).
Semua agregat adalah porus.
Keporusan agregat menentukan banyaknya
zat cair yang dapat
diserap oleh agregat.
Kemampuan agregat untuk
menyerap air (aspal) adalah suatu
informasi yang penting
yang harus diketahui dalam pembuatan campuran beraspal. Jika
daya serap agregat
sangat tinggi, agregat ini
akan terus menyerap aspal baik pada saat maupun setelah
proses pencampuran agregat. hal
ini akan menyebabkan aspal
yang berada di permukaan
agregat yang berguna
untuk mengikat partikel agregat
menjadi lebih sedikit sehingga
akan menghasilkan film aspal yang tipis (Armin L. Toruan, et
all.2013).
Pemberian cacing tanah
dan jenis bahan organik mampu menurunkan
berat volume dan meningkatkan total porositas
pada tanah yang
terkompaksi. Tanpa pemberian cacing
tanah dan daun gamal
berbeda nyata dengan
tanpa bahan organik, akan
tetapi tidak berbeda
nyata dengan jerami padi, dan sisa tanaman jagung (Marzuki,et all.
20112).
Analisis porositas tanah dipengaruhi
oleh hasil berat isi (BI) dan massa jenis (MJ). Sehingga pengukuran berat isi
dan massa jenis harus dilakukan dengan teliti agar diperoleh nilai porositas tanah yang akurat. nilai
perbandingan hubungan antara tipe bajak dan kecepatan maju bajak terhadap
persentase tingkat kenaikan porositas tanah. Nilai tingkat kenaikan porositas
tanah tertinggi sebelum diolah hingga setelah dilakukan pembajakan adalah pada
kecepatan pembukaan throttle 180áµ’ gigi low dengan menggunakan bajak tipe. (Hayyu Latiefuddin,et all.2013).
Aplikasi bahan organik berpengaruh nyata
terhadap porositas total (Tabel 5),
terjadi peningkatan total ruang pori setelah aplikasi pupuk organik. Hal
tersebut karena kompos dan pupuk kandang mengalami proses dekomposisi dan berangsur-angsur
menghasilkan humus. Interaksi humus dengan partikel tanah akan menciptakan struktur
tanah yang lebih mantap dan memperbesar ruang pori (Maulana, Zulkarnain, et
all.2013).
Porisitas tanah dipengaruhi oleh
susunan partikel dan
struktur tanah yang
mempunyai peranan bagi daya penyediaan
air dan udara serta pertumbuha
akar yang secara
langsung berguna bagi pertumbuhan tanaman. Akar tanaman
tumbuh dan memanjang
diantara pada ruang diantara padatan tanah (ruang pori), hal yang
sama juga terjadi
pada pergerakan air,
pergerakan hara tanaman dan
respirasi akar sehingga diharapkan struktur tanah yang
terbentuk akan mempunyai
agihan ukuran pori antra lain
pori drainase cepat yang berfungsi sebagai pori aerase dan pertumbuhan akar
tanaman. (June A. Putinella.2013).
Mengenai sifat media tanam untuk
bibit tanaman jarak, menyatakan bahwa media pupuk kandangdan kulit jarak memiliki
BD partikel yang lebih rendah dibandingkan dengan media tanah. Hal ini karena
kandungan bahan organik pada media. Semakin banyak kandungan bahan organik pada
media tanam, semakin
banyak ruang-ruang tanah yang
diisi oleh udara
dan air sehinga. Bahwa ukuran partikel
tidak berpengaruh nyata terhadap BD hidrotonsentuh antar partikel suatu
media sehingga ruang pori yang terbentuk semakin besar dan besarnya ruang pori
akan berpengaruh pada aerasi suatu media (Oktafri, et all.2015).
Salah satu
faktor yang mempengaruhi BJI,
BJP dan porositas tanah adalah
tekstur tanah. Tekstur
tanah merupakan salah satu
karakteristik tanah yang tidak
mudah berubah oleh perlakuan agronomis, sehingga
kinerja zeolit dan pupuk
kandang tidak mampu
merubah secara signifikan terhadap
BJI, BJP dan porositas. Zeolit sebagai
bahan pembenah tanah yang
mengandung kation alkali
dan alkali tanah salah satunya
adalah ion Ca2+ yang dapat memantapkan
agregat tanah. Mantapnya agregat
tanah sangat penting dalam
hubungannya dengan penyimpanan air dan udara tanah (Bondansari,
et all.2011).
Peningkatan niali densifikasi dapat
menyebabkan pori mengecil, sehingga porositas yang terjadi akan semakin
berkurang seiring dengan tingginya
temperatur sintering yang dipergunakan. Tingkat kemurnian bahan
alumina berpengaruh terhadap sifat fisis
dan sifat mekanis alumina, dimana semakin tinggi tingkat
kemurnian bahan alumina
dihasilkan keramik alumina
dengan nilai densitas, nilai
kekerasan dan nilai fracture toughness yang lebih tinggi, serta nilai porositas yang lebih rendah (Jarot,Raharjo.Et all.2015).
Berdasarkan hasil penelitian dapat
diketahui bahwa kerapatan
sangat mempengaruhi
kemampuan daya serap bunyi
suatu material. Hal
ini terlihat bahwa nilai
koefisien absorbsi bunyi dari papan
serat daun nenas
semakin tinggi pada kerapatan
terendah dan semakin rendah pada
kerapatan tertinggi. Pada papan
serat yang memiliki
kerapatan rendah mempunyai porositas yang tinggi, karena semakin
rendah suatu kerapatan maka semakin
tinggi porositasnya (Wahyudil,
Hayat.et all.2013).
Porositas
total adalah volume seluruh pori dalam suatu volume tanah utuh yang dinyatakan
dalam persen. Nilai permeabilitas tanah berbanding lurus dengan nilai porositas
tanah, intinya semakin besar nilai porositas tanah maka semakin tinggi nilai
permeabilitas tanah (Hadi, et.al, 2012).
Porositas (Void In Mix) merupakan volume pori dalam
campuran yang telah dipadatkan atau banyaknya rongga udara yang berada dalam
campuran beton porus, Semakin besar variasi penggunaan agregrat limbah gerabah
maka semakin besar porositas yang terjadi dari variasi pencampuran agregrat
limbah gerabah yang telah ditentukan (Astutik,et.al, 2014).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Tempat
dan Waktu
Praktikum pengamatan
partikel density dilaksanakan
di laboratorium
ilmu tanah universitas Halu Oleo, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara pada hari minggu, 22 Mei 2016 pukul 09.00 – selesai.
B.
Alat
dan Bahan
Tabel 1.1 alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah sebagai berikut:
|
No
|
Nama Alat
|
Kegunaan
|
|
1
|
Timbangan
|
Untuk menimbang berat sampel tanah.
|
|
2
|
Botol semprot
|
Untuk menyemprotkan cairan aquades
kedalam gelas ukur
|
|
3
|
Gelas ukur
|
Untuk menyimpan sampel tanah yang
dilarutkan
|
Tabel 1.2 bahan
yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
|
No
|
Nama Bahan
|
Kegunaan
|
|
1
|
Sampel tanah kering udara
|
Sebagai objek pengamatan.
|
|
2
|
Tissue
|
Untuk mengeringkan gelas ukur
|
|
3
|
Aquades
|
Untuk melarutkan sampel tanah
|
C. Prosedur Pelaksanaan
Prosedur kerja pada praktikum partikel density yaitu sebagai berikut:
1.
Membersihkan
dan mengeringkan labu ukur lalu menimbang.
2.
Mengisi
labu ukur dengan air suling sampai ke garis batas volume, kemudian menimbang.
3.
Mengeluarkan
sekitar separuh air kedalam gelas piala.
4.
Kemudian
,menanbahkan 10 gram contoh tanah halus yang kering oven yang telah lolos
ayakan 2 mm.
5.
Mengeluarkan
gelembung udara dari labu ukur.
6.
Menambahkan
air suling kedalam labu ukur hingga garis batas volume dan timbang.
D. Analisis Data
·
Horison O
P tanah
= P cair × M2
M1+M2-M3
=
0,9957 × 10
174,61
+ 10 – 180,73
=
9,957
3,88
=
2,57
·
Horison
A
P tanah
= P cair × M2
M1+M2-M3
= 0,9957 × 10
174,75
+ 10 – 180,36
=
9,957
4,39
=
2,27
·
Horison
E
P tanah
= P cair × M2
M1+M2-M3
= 0,9957 × 10
172,72 + 10 – 178,80
= 9,957
3,92
=
2,54
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
|
Pengukuran
|
Nomor
Contoh
|
|||
|
1
(O)
|
2
(A)
|
3
(E )
|
||
|
1.
|
Berat piknometer, Mp (g)
|
62,62
|
61,47
|
60,51
|
|
2.
|
Berat piknometer + zat cair, M1 (g)
|
174,61
|
174,75
|
172,72
|
|
3.
|
Berat jenis zat cair, P₁ (g cm⁻³)
|
0,9957
|
0,9957
|
0,9957
|
|
4.
|
Berat contoh tanah, M₂ (g)
|
10(g)
|
10(g)
|
10(g)
|
|
5.
|
Berat piknometer + contoh tanah + zat
cair, M₃
(g)¹
|
180,73
|
180,36
|
178,80
|
|
6.
|
Berat jenis partikel, P₅
(g cm⁻³)
|
3,185
|
3,215
|
3,271
|
M₃
adalah berat piknometar + tanah + zat cair
B.
Pembahasan
Partikel density didefenisikan
sebagai berat dari suatu lahan. Jelasnya yang dimaksud volume tanah disini
adalah volume tanah saja. Jadi tidak termaksud volume ruang- ruang yang
terdapat diantara zarah-zarah. Partikel density dinyatakan dalam berat tanah
per satuan volume tanah, jadi dalam 1 cm3 padatan tanah beratnya
adalah 2,6 gram, maka partikel density tanah tersebut adalah 2,6 gram/cm3.
Berdasarkan
hasil praktikum partikel density, pada horison O dengan pengukuran Berat piknometer, M₁ (g) sebesar 62,62
gram, Berat piknometer + zat cair, M₂
(g) sebesar 174,61 gram, Berat jenis zat cair, P₁ (g cm⁻³)
sebesar 0,9957 gram, Berat contoh tanah, M₂
(g) sebesar 10 gram dan yang pengukuran yang terakhir yakni berat piknometer +
contoh tanah + zat cair, M₃
(g)¹ sebesar 180,73 gram. Selanjutnya untuk pengukuran pada horison A
pengukuran Berat piknometer, M₁ (g) sebesar 61,47
gram, Berat piknometer + zat cair, M₂
(g) sebesar 174,75 gram, Berat jenis zat cair, P₁ (g cm⁻³)
sebesar 0,9957 gram, Berat contoh tanah, M₂
(g) sebesar 10 gram dan yang pengukuran yang terakhir yakni berat piknometer +
contoh tanah + zat cair, M₃
(g)¹ sebesar 180,36 gram. Pengukuran yang terakhir pada horison E Berat piknometer, M₁ (g) sebesar 60,51
gram, Berat piknometer + zat cair, M₂
(g) sebesar 172,72 gram, Berat jenis zat cair, P₁ (g cm⁻³)
sebesar 0,9957 gram, Berat contoh tanah, M₂
(g) sebesar 10 gram dan yang pengukuran yang terakhir yakni berat piknometer +
contoh tanah + zat cair, M₃
(g)¹ sebesar 178,80 gram.
Dari
hasil pengamatan yang diperoleh diatas dengan berat tanah yang digunakan pada
ketiga horison sama yaitu 10 gram dan berat jenis zat cair yaitu 0,9957 gram.
Berat jenis tanah pada umumnya berkisar 2,6-2,7 dengan adanya kandungan bahan
organik pada tanah maka nilai ini mejadi rendah. Istilah kerapatan ini sering
digunakan dalam istilah berat jenis atau spesifik gravity, yang berarti
perbandingan kerapatan suatu benda terhadap kerapatan air pada keadaan 40˚ C,
dengan tekanan udara 1 atm.
V.
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Kesimpulan
dari praktikum partikel density yaitu berat jenis partikel dihitung berdasarkan
pengukuran massa dan volume partikel tanah. Massa padatan tanah ditentukan
dengan cara menimbang contoh tanah kering oven (150˚ C selama 24 jam). Volume
partikel dihitung dari massa dan berat jenis zat cair yang dipisahkan oleh
partikel tanah (metode piknometer) atau dari volume zat cair yang dipisahkan
partikel.
b.
Saran
Sebaiknya
untuk praktikum selanjutnya alat dan bahan praktikum harus tersedia lengkap,
demi mempermudah dan membantu para praktikan dalam melakukan percobaan serta
menjamin kelacaran praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Alex, Stepanus Richard. 2014. Pengaruh Beberapa Kehalusan Tepung Batuan Andesit Dan Pengekstrak
Terhadap Ketersediaan Hara Ultisol. USU. Medan.
Al-Hadi, Budi. 2012. Analisis Sifat Fisika Tanah Akibat Lintasan Dan Bajak Traktor Roda Empat.
Pascasarjana Unsyiah. Banda Aceh.
Apriadi. 2011. Analisis
Perpindahan Panas Dan Massa Proses Pengeringan Jagung
Tongkol Pada Beberapa Metode
Pengeringan Sederhana. Universitas Gaja Mada. Yogyakarta.
Boondansari. 2011. Pengaruh
Zeolit Dan Pupuk Kandang Terhadap Beberapa Sifat
Fisik Tanah Ultisol Dan Entisol
Pada Pertanaman Kedelai. Universitas
Jendral Sudirman. Purwekerto.
Burdiono, Muh. 2012. Pemanfaatan Serasa Tebu Sebagai Mulsa Terhadap Pemadatan Tanah
Akibat Lintasan Traktor Pada PG. Takalar. Universitas Hasaniddin . Makassar.
Eka, Putra Ahmad. 2013. Kajian Laju Infiltrasi Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan Desa Tongkoh Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo. USU. Medan.
Hayat,
Wahyudil. 2013. Pngaruh Kerapatan
Terhadap Koefisien Absorbsi Bunyi Papan Partikel Serat Daun Nanas(Ananas Comosus L Merr).
UNP.
L.Toruan, Armin. 2013. Pengaruh Porositas Agregat Terhadap Berat Jenis Maksimum Campuran.
Universitas Sam Ratulangi.
Latifuddin, Hayu. 2013. Uji Kerja Berbagai Tipe Bajak Singkal Dan Kecepatan Gerak Maju
Traktor Tangan Terhadap Hasil Olah Pada
Tanah Mediteran. Universitas Brawijaya. Malang.
Oktafri. 2015. Pembuatan
Hidroton Berbagai Ukuran Sebagai Media Tanam Hidroponik
Dari Campuran Bahan Baku Tanah Liat
Dan Digastate. Universitas
Lampung . Bandar Lampung.
Putinella,
J,A, 2011. Jurnal Budidaya Pertanian.
Vol. 7. Hlm. 35-40.
Raharjo, Jarot. 2015. Pengaruh Tingkat Kemurnian Bahan Baku Alumina Terhadap Temperature
Sintering Dan Karakteristik Keramik Alumina.Kawasan
Puspitek. Banten
Zulkarnain, Maulana. 2013. Pengaruh Kompos, Pupuk Kandang, Dan Custom-Bio Terhadap Sifat Tanah, Pertumbuhan Dan Hasil Tebu (Saccharum
Officinarum, L.) Pada Entisol Di Kebun Ngrangkah-Pawan, Kediri. Universitas Brawijaya. Malang.
Blue Titanium Cerakote - a unique design for the craft of the craft
BalasHapusBlue titanium grey Titanium Cerakote. Blue-Tetrian's craftsmanship has been perfected 2018 ford fusion hybrid titanium at all ages, ion titanium on brassy hair with a unique craftsmanship of nature titanium for sale for ford escape titanium the craft of the
d390y0khyys852 realistic dildos,anal vibrators,dildo,Rabbit Vibrators,horse dildo,dog dildos,Wand Massagers,dog dildo,dildos t688x0kjcws129
BalasHapusd553c8fcroj899 male sex doll,women sex toys,anal toys,wholesale sex toys,sex chair,dildos,wholesale sex toys,Bullets And Eggs,dog dildo p899s3aajkj783
BalasHapusgf561 fila sneaker,puma hrvatska,fila peru,hugo boss watches nz,camper gyerek cipő,jack wolfskin ריקושט,fila sneakers,hugo boss nederland,guess rankines lt226
BalasHapus